Senin, 25 November 2013

Etika Bisnis

Etika Bisnis


Etika Bisnis Etika bisnis adalah standar-standar nilai yang menjadi pedoman atau acuan manajer dan segenap karyawan dalam pengambilan keputusan dan mengoperasikan bisnis yang etik. Paradigma etika dan bisnis adalah dunia yang berbeda sudah saatnya dirubah menjadi paradigma etika terkait dengan bisnis atau mensinergikan antara etika dengan laba. Etika bisnis sangat penting mengingat dunia usaha tidak lepas dari elemen-elemen lainnya. Keberadaan usaha pada hakikatnya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bisnis tidak hanya mempunyai hubungan dengan orang-orang maupun badan hukum sebagai pemasok, pembeli, penyalur, pemakai dan lain-lain. 2. Praktik Bisnis Masih Abaikan Etika Rukmana menilai praktik bisnis yang dijalankan selama ini masih cenderung mengabaikan etika, rasa keadilan dan kerapkali diwarnai praktik-praktik bisnis tidak terpuji. Hal ini mengindikasikan bahwa di sebagian masyarakat kita telah terjadi krisis moral dengan menghalalkan segala mecam cara untuk mencapai tujuan, baik tujuan individu memperkaya diri sendiri maupun tujuan kelompok untuk eksistensi keberlanjutan kelompok. Terapi ini semua adalah pemahaman, implementasi dan investasi etika dan nilai-nilai moral bagi para pelaku bisnis. Baswir berpendapat bahwa pembicaraan mengenai etika dan moral bisnis sesungguhnya tidak terlalu relevan bagi Indonesia. Jangankan masalah etika dan moral, masalah tertib hukum pun masih belum banyak mendapat perhatian. Sebaliknya, justru sangat lumrah di negeri ini untuk menyimpulkan bahwa berbisnis sama artinya dengan menyiasati hukum. Akibatnya, para pebisnis di Indonesia tidak dapat lagi membedakan antara batas wilayah etika dan moral dengan wilayah hukum. Wilayah etika dan moral adalah sebuah wilayah pertanggungjawaban pribadi. Sedangkan wilayah hukum adalah wilayah benar dan salah yang harus dipertanggungjawabkan di depan pengadilan. Akan tetapi memang itulah kesalahan kedua dalam memahami masalah etika dan moral di Indonesia. 3. Contoh Kasus Tentang Bisnis yang Tidak Beretika a.Raksasa perangkat jaringan mobile Ericsson melayangkan gugatan terhadap pembuat ponsel Samsung Electronics. Gugatan ini diajukan karena Samsung dituduh telah melanggar hak paten. “Kami sudah melayangkan gugatan hukum kepada Samsung terkait pelanggaran hak paten di Amerika Serikat, Inggris, Jerman dan Belanda,” kata Ase Lindskog, juru bicara Ericsson. Menurut Lindskog, pihaknya telah melakukan negosiasi besar dengan Samsung terkait pembaharuan lisensi. “Kesepakatan mereka dengan kami telah berakhir sejak 31 Desember tahun lalu,” ujarnya lagi. Masalahnya, Samsung masih memakai paten ponsel yang tidak berlisensi lagi. Ketika dikonfirmasi, juru bicara Samsung di Seoul masih enggan mengomentari masalah ini. Entah iri atau ingin menjatuhkan rival, yang jelas kasus pelanggaran paten dan perlawanan legal lainnya sudah sering bahkan biasa terjadi di sektor teknologi. Bisa jadi karena perusahaan telah menghabiskan banyak dana untuk penelitian dan pengembangan (R&D). b.Banyak sebenarnya kalau dilihat dari segi produk bisnis yang tidak beretika, mulai dari bahan formalin pada pembuatan makanan bahkan pengawetan hewan laut, pembuatan terasi yang menggunakan bahan yang sudah berbelatung, ayam tiren [mati kemaren], penggunaan pewarna tekstil untuk makanan dan masih banyak lagi. 3. Analisis Dalam dunia bisnis sering kali perusahaan melakukan banyak cara agar memenangkan persaingan termasuk dengan cara pelanggaran hak paten. Banyak alasan mengapa sebuah perusahaan melakukan pelanggaran hak paten. Penyebabnya bisa jadi karena perusahan telah menghabiskan banyak dana untuk penelitian dan pengembangan, takut kalah dari persaing, dan lain-lain. Pelanggaran yang dilakukan pihak Samsung sangatlah tidak baik, mengingat telah berakhirnya kesepakatan antara Samsung dan Ericsson. Hal ini sangat merugikan Ericsson karena Ericsson telah melakukan penelitian dan pengembangan yang memakan banyak biaya serta waktu yang tidak sedikit. Dampaknya bagi Ericsson adalah para investor akan mencabut penanaman modalnya yang mengakibatkan Ericsson akan mengalami kerugian besar. Sebaiknya jangan hanya karena keuntungan semata kita merugikan orang lain, agar mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya, kita melakukan hal yang dapat merugikan orang lain. Berbisnislah dengan cara yang benar dan sesuai etika bisnis. Semoga bisnis-bisnis di Indonesia tidak hanya memikirkan laba saja tapi juga keselamatan dan kenyamanan konsumennya. SUMBER : http://artikaamanda.blogspot.com/2012/11/bisnis-yang-tidak-beretika.html

Senin, 07 Oktober 2013

TEORI ETIKA BISNIS

Pengertian Etika Bisnis
Kata etika berasal dari bahasa Yunani Kuno “ethikos” yang berarti timbul dari kebiasaan. Etika mencakup analisis dan penerapan suatu konsep seperti misalnya baik, buruk, benar, salah dan tanggung jawab. Sedangkan Dalam ilmu ekonomi, Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba.
Definisi Etika Bisnis menurut para ahli :
• Menurut Brown dan Petrello (1976) Etika Bisnis: “Business is an institution which produces goods and services demanded by people”. Yang berarti bahwa bisnis ialah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba.
• Menurut Velasquez (2005) Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa Etika Bisnis merupakan studi standar formal dan bagaimana standar itu diterapkan ke dalam sistem dan organisasi yang digunakan masyarakat modern untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa dan diterapkan kepada orang-orang yang ada di dalam organisasi.
Von der Embos dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Journal (1988), memberikan tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :
Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat member manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
Individual Right Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindai apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.
Macam – Macam Etika
Ada dua macam etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan baik dan buruknya perilaku manusia, yaitu:
• ETIKA DESKRIPTIF, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikerjar oleh manusia dalam hidup ini sebagai suatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang perilaku/sikap yang akan diambil.
• ETIKA NORMATIF, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.
Ada 3 jenis masalah yang dihadapi dalam Etika yaitu:
1. Sistematik
Masalah-masalah sistematik dalam etika bisnis pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai sistem ekonomi, politik, hukum, dan sistem sosial lainnya dimana bisnis beroperasi.
2. Korporasi
Permasalahan korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam perusahaan-perusahaan tertentu. Permasalahan ini mencakup pertanyaan tentang moralitas aktivitas, kebijakan, praktik dan struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan.
3. Individu Permasalahan individual dalam etika bisnis adalah pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. Masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan dan karakter individual.
Prinsip – Prinsip Etika Bisnis
Adapun prinsip-prinsip etika bisnis yaitu:
a. Prinsip otonomi
Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadaran sendiri tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
b. Prinsip Kejujuran
Untuk Kejujuran dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak dan untuk kejujuran dalam penawaran barang dan jasa dengan mutu dan harga sebanding
c. Prinsip Keadilan
Prinsip keadilan menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai dengan kriteria yang rasional objektif dan dapat dipertanggung jawabkan.
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah:
1. Pengendalian diri
2. Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility)
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4. Menciptakan persaingan yang sehat
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi)
7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah
9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati
Referensi :
http://sarrahceria.blogspot.com/2011/11/makalah-etika-bisnis.html http://hadasiti.blogspot.com/2012/10/etika-bisnis.html http://adityiaameer.blogspot.com/2012/10/teori-etika-bisnis.html http://zulyantoari.blogspot.com/2013/01/peranan-etika-bisnis-dalam-berbisnis.html

Jumat, 17 Mei 2013

Softskill Bahasa Indonesia 2

Olahraga Renang
Jenis paragraf : Eksposisi
1. Renang dapat meningkatkan kemampuan fungsi jantung dan paru-paru
2. Membentuk otot
3. Menambah tinggi
4. Melatih pernapasan
5. Membakar kalori lebih banyak
6. Menghilangkan stress
 
Olahraga Renang
Jenis Paragraph : Persuasif

Renang merupakan jenis olahraga yang minim resiko, karena pada saat berenang seluruh berat badan kita ditahan okleh air. Berenang merupakan olahraga yang dianjurkan bagi mereka yang kelebihan berat badan (obesitas), ibu hamil dan penderita radang sendi.
Manfaat renang tentunya akan berpengaruh besar bagi kesehatan baik dalam menjaga kesehatan atau pun kebugaran tubuh. Karena pada dasarnya manfaat olahraga adalah membantu kesehatan serta stamina tubuh kita sehingga terjauhkan dari gangguan berbagai jenis penyakit. Termasuk didalamnya adalah manfaat olahraga renang.

Kamis, 04 April 2013

Mengintip Rencana Pembangunan Jaringan Kereta di Jabodetabek 2020

Nama : Rendy Supardi NPM :15210746 Kelas : 3EA03
Tugas Softskill- Bahasa Indonesia 2
Jakarta - Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan telah membuat masterplan perkeretaapian di Jabodetabek hingga 2020 (konsep 2). Beberapa wilayah baru yang sebelumnya tak terkoneksi dengan kereta api, nantinya akan dilintasi jaringan transportasi massal kereta api.
Dikutip dari situs Kementerian Perhubungan, Kamis (4/4/2013), saat ini jaringan kereta api yang sudah ada di Jabodetabek hanya mencakup 170,2 km.
Jaringan itu antara lain Kota-Manggarai 9,7 km, Manggarai-Bogor 44,9 km, Jatinegara-Bekasi 14,6 Km, Kota-Jatinegara (lewat Pasar Senen) 11,4 km, Kota-Jatinegara (lewat Tanah Abang) 15,6 km, Tanah Abang-Serpong 23,2 km, Duri-Tangerang 19,3 km, Kota-Tanjung Priok 9 km, Tanjung Priok-Kemayoran 9,5 km, dan Citayam-Nambo 13 km.
Rencananya akan ada penambahan jaringan kereta api baru di Jabodetabek. Lintasan rel kereta akan ditingkatkan dari 170,2 km, akan ada tambahan 533 km jaringan rel kereta.
Berikut ini rencana jaringan perkeretaapian berdasarkan jenis kereta:
•Kereta Kecepatan Normal
Kereta Bandara Soekarno-Hatta (Commuter Line) 12 km
Jalur Kereta Bandara Soekarno-Hatta (Express Line) 38 Kkm
MRT Balaraja-Cikarang 90 km
RT Cikokol-Bekasi 52 km
MRT Lebak Bulus-Kampung Bandan 23 km
Kereta Api Lingkar Luar dari Parung Panjang-Citayam-Nambo-Cikarang-Tanjung Priok 60 km
Kereta Api Lingkar Dalam dari Kamal Muara-Rawa Buaya-Lebak Bulus-Margonda-Cibubur-Cakung-Pulo Gebang-Tanjung Priok 75 km
Pluit Line dari Pluit-Daan Mogot-Kebayoran Lama 15 km
Sunter Line dari Sunter-Cempaka Putih-Jatinegara 21 km
•Kereta Monorel
Jalur Biru dari Kampung Melayu-Casablanca-Tanah Abang-Roxy 14 km
Jalur Hijau dari Rasuna Said-Gatot Soebroto-SCBD-Gelora Senayan-Asia Afrika-Taman Ria Senayan-Gatot Soebroto-Pejompongan 14 km
Jalur Selatan dari Cawang-Cibubur-Bogor 54 km
Jalur Timur dari Cikarang-Cawang-Kuningan 43 km
Jalur Barat dari Batu Ceper-Serpong 22 km
Selain itu, rencananya stasiun-stasiun tertentu di Jabodetabek akan terintegrasi dengan moda lain: Misalnya Stasiun Manggarai akan terhubung dengan busway, kereta antar kota, kereta perkotaan dan kereta bandara.
Sedangkan Stasiun Dukuh Atas (Sudirman) akan terkoneksi dengan Kereta Bandara, MRT, Busway dan Commuter Line. Untuk stasiun Kampung Bandan akan terkoneksi dengan busway, Commuter Line dan Busway. Stasiun Pasar Senen akan terkoneksi dengan Commuter Line, MRT dan Busway. Stasiun Tanah Abang akan terkoneksi dengan Commuter Line dan Kereta Bandara. Stasiun Lebak Bulus terkoneksi dengan MRT dan busway dan terakhir stasiun Cikarang akan terhubung dengan Commuter Line dan MRT.
Sejalan dengan terintegrasinya beberapa transportasi massal, beberapa wilayah di Jabodetabek akan dikembangkan menjadi kawasan terpadu, antaralain kawasan Mangga Dua, Kota, Pasar Senen, Thamrin, Tanah Abang, Sudirman, Rasuna Said, Manggarai, Cawang, Kuningan, Blok M, Cisauk, dan Cikarang.
Untuk merealisasikan pembangunan jaringan baru, peningkatan kapasitas dan pengembangan fasilitas maka anggaran yang dibutuhkan diperkirakan hingga Rp 459,50 triliun oleh pemerintah dan Rp 116,5 triliun oleh BUMN.
Antara lain mencakup pembangunan perkeretaapian sepanjang 519 km dengan dana Rp 372,3 triliun dari pemerintah dan BUMN Rp 116,5 triliun. Lalu ada peningkatan kapasitas lintas dan stasiun kereta api eksisting dengan panjang 78,3 km biaya Rp 65,822 triliun. Juga anggaran pengembangan fasilitas pendukung perkeretaapian Jabodetebak Rp 21,383 triliun.
By : Suhendra-detikfinance Kamis, 04 April 2013 – 12.32 wib
Sumber : • http://finance.detik.com/read/2013/04/04/121820/2211359/4/mengintip-rencana-pembangunan-jaringan-kereta-di-jabodetabek-2020?

Rabu, 17 Oktober 2012

Mengapa perlu adanya segmentasi pasar

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis sampaikan kepada Allah SWT yang telah memberikan petunjuk Nya dalam menyelesaikan makalah ini, shalawat salam juga terpanjakan kehadirat Rasulullah Muhammad SAW.
Terima kasih penulis sampaikan pula kepada Bapak Mujiana selaku dosen mata kuliah “Perilaku Konsumen” atas bimbingannya juga kepada pihak yang bersangkutan yang membantu menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini dianjurkan untuk memenuhi tugas Softskill mata kuliah Perilaku Konsumen semester V (Lima).
Mungkin dalam makalah ini terdapat beberapa kekurangan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Oleh karena itu mohon maklum, karena pembuatan makalah ini adalah salah satu proses pembelajaran, semoga bermanfaat bagi para pembaca.



BAB I
PENDAHULUAN
Pada dasarnya tujuan dari terbentuknya perusahaan adalah untuk mencapai keuntungan dan juga kepuasaan dari konsumen. Suatu perusahaan tidaklah mudah untuk memenuhi semua kebutuhan konsumen. Terlalu banyak kebutuhan konsumen membuat perusahaan inovasi agar para konsumen tertarik dengan produk yang di buat. Maka dari itu segementasi pasar sangat dibutuhkan demi kelangsungan perusahaan dalam mencapai tujuannya.


BAB II
PEMBAHASAN
Beberapa definisi Segmentasi Pasar menurut para ahli :
  • Swastha & Handoko (1997)
Segmentasi pasar adalah mengartikan pasar sebagai kegiatan membagi-bagi pasar/market yang bersifat heterogen ke dalam satuan-satuan pasar yang bersifat homogen.

  • Pride & Ferrel (1995)
Mengatakan bahwa segmentasi pasar bahwa suatu proses membagi pasar kedalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukan adanya kesamaan perilaku pembeli dan sebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok-kelompok pasar yang terdiri dari orang-orang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa.

  • Swastha & Handoko (1987)
Merumuskan segmentasi pasar adalah suatu diamana tindakan membagi pasar menjadi segmen-segmen pasar tertentu yang di jadikan sasaran penjualan yang akan dicapai dengan marketingmix.
Jadi beberapa pengertian diatas kita dapat menyimpulkan arti segmentasi pasar secara luas. Segmentasi pasar adalah pembagian yang heterogen yang ke dalam satuan-satuan membeli yang homogen, dimana kepada setiap satuan pembeli yang homogen tersebut dijadikan sasaran pasar yang dicapai dengan marketingmix tersendiri.



Jenis-jenis variable segmentasi pasar menurut kotler (1995), yaitu :
  1. Segmentasi geografi
Segmentasi ini membagi pasar menjadi unit-unit geografi yang berbeda, seperti Negara, propinsi, kabupaten, kota, wilayah, daerah atau kawasan. Jadi dengan segmentasi ini, pemasaran memperoleh kepastian kemana atau dimana produk ini harus dipasarkan.
  1. Segmentasi Demografi
Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa dapat berkonotasi pada umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, siklus kehidupan keluarga seperti anak-anak, remaja, dewasa, kawin, belum kawin, keluarga muda dengan satu anak, keluarga dengan dua anak, keluarga yang anak-anaknya sudah bekerja dan seterusnya.
  1. Segmentasi Psikografi
Pada segmentasi ini pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan :
  • Status sosial, misalnya : pemimpin masyrakat, pendidik, golongan elite, golongan menengah, golongan rendah.
  • Gaya hidup misalnya : modem, tradisional, kuno, boros, hemat, mewah dan sebagainya.
  • Kepribadian, misalnya : penggmar, pecandu atau pemerhati suatu produk.
  1. Segmentasi Tingkah Laku
Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengatuahan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar yakin bahwa variable tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar.
Manfaat yang dicari dalam suatu segmentasi adalah mengelompokkan pembeli menurut manfaat berbeda yang mereka cari dari produk. Segmentasi memerlukan manfaat utama yang dicari orang dalam kelas produk, jenis konsumen yang mencari setiap merek utama yang bermanfaat. Perusahaan dapat menggunakan karakterisiknya serta merek yang bersaing dengan produk- produk yang lain, mereka juga dapat mencari manfaat baru dan memberikan manfaat kepada orang yang membutuhkannya.
Cara penggunaan pasar dapat disegmentasikan menjadi kelompok bukan penguna, mantan pengguna, pennguna pontensial, pengguna pertama kali dan pengguna reguker dari suatu produk tersebut. Pennguna potensial dan pengguna regular mungkin memerlukan imbauan pemasaran yang berbeda-beda.
Tingkat pemakaian segmentasi pasar dapat menjadi kelompok pengguna ringan, menengah dan berat. Jumlah penguna berat sering kali hanya persentase kecil dari seluruh pasar akan tetapi pengahsilkan persentase yang sangat tinggi dari total pembelian. Pengguna produk ini di bagi menjadi dua bagian yang sama banyak, sebagian penguna rungan dan sebagian penguna berat menurut tingkat pembelian dari produk spesifik.
Status loyalitas sebuah pasar dapat disegmentasikan berdasarkan loyalitas konsumen. Konsumen dapat loyal terhadap merek, toko dan perusahaan. Pembeli dapat dibagi menjadi beberapa kelompok menurut tingkat loyalitas mereka. Misalnya konsumen selali membeli dengan satu merek itu saja, dan klompok yang lain membeli dengan dua merek yang berbeda bukan dengan merek yang itu-itu saja melainkan dengan merek yang lain. Konsumen mungkin ini mencari barang yang berkualitas dan discount sangat murah.



BAB III
KESIMPULAN
Dari penjelasan diatas sekilas mengenai segmentasi pasar, mungkin kita masih sedikit merasa bingung, mengapa suatu perusahaan itu perlu melakukan segmentasi pasar. Dari beberapa artikel yang saya baca mengenai ini menyebutkan bahwa pada setiap manejer pemasaran sudah seharusnya memahami segmentasi pasar dirumuskan oleh Wendell Smith pada tahun 1956 dalam artikel terkenalnya yang berjudul “ Product Differentiation and Market Segmentation as Alternative Marketing Strategies” segmentasi telah menjadi bagian utama dari strategi marketing mana pun yang harus diperhatikan, supaya manajer pemasaran bisa membuat keputusan berkenaan dengan pasar yang dimaksud.
Bentuk yang paling spesifik dari segmentasi adalah dengan menganggap setiap konsumen/pembeli sebagai suatu segmen. Ini adalah dasar dari pemasaran one-to-one. Segmentasi yang sangat spesifik semacam ini bisa dilakukan untuk berbagai produk dan jasa yang terus berkembang karena adanya teknik untuk menyesuaikan produk dan jasa tersebut secara masal. Ini adalah pendekatan baru yang sangat bagus untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan unik dari para konsumen.




DAFTAR PUSTAKA
http://husniaalfaini.blogspot.com/2011/01/perilaku-konsumen-segmentasi-pasar-dan.html