Selasa, 10 Januari 2012

SOLUSI KOPERASI DI MASA YANG AKAN DATANG

Koperasi menurut ropke (1987) adalah organisasi bisnis yang para pemilik atau anggotanya adalah sebagai pelanggan utama perusahaan tersebut. Sejarah kelahiran dan berkembangnya koperasi di Negara maju dan Negara berkembang memeang sangat diametral. Pada koperasi di Negara maju koperasi lahir sebagai gerakan untuk melawan ketidakadilan pasar, oleh karna itu tumbuh dan berkembang dalam suasana persaingan pasar. Bahkan dengan kekuatan tersendiri koperasi meraih posisi tawar dan kedudukan penting dalam konstelasi kebijakan ekonomo termasuk dalam perundingan internasional. Sedangkan di nergara berkembang koperasi dihadirkan dalam bentuk kerangka membangun institusi yang dapat menjadi mitra Negara dalam menggerakan pembangunan untuk mencapai kesejahteraan rakyat.
 Seorang pakar ekonomi bernama Prof Dawan Raharjo ketika menghadir seminar di purwoketo menyatakan bahwa “koperasi merupakan system ekonomi masa depan walaupun perkembangannya harus melalui tahap-tahap tertentu, sehingga tidak benar jika koperasi nantinya akan menjadi museum”.
Tetapi jika kita lihat koperasi pada jaman sekarang, memang belum baik bisa kita lihat masyarakat belum berani menggunakan jasa koperasi karena kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat sehingga para masyarakat belum begitu mengenal tentang koperasi dan juga tempat-tempat koperasi yang sulit untuk ditemui. Sebenarnya koperasi mempunyai banyak manfaat yang dapat kita gunakan karena keuntungan yang ada dikoperasi tidak lah hanya untuk konsumennya, tetapi anggota juga menikmati karena terkadang anggota lah yang menjadi konsumen.
Jadi solusi yang tepat untuk koperasi dimasa yang akan datang adalah koperasi dapat dijadikan sebagai suatu program pengembangan dan sebagai gerakan masyarakat, pada program pengembangan sector-sektor usaha yang berhubungan dengan kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari. Dan koperasi sebagi gerakan dilakukan dengan masyarakat ikut berpartisipasi dalam pembentukan koperasi sehingga menimbulkan kesadaran dari masyarakat untuk sama-sama meningkatkan koperasi yang lebih baik lagi di lingkungannya demi mensejahterakan hidup disekitarnya.

Referensi : google.co.id

Selasa, 31 Mei 2011

DIRECT AND INDIRECT SPEECH

Direct Speech adalah kalimat-kalimat yang menyatakan kata sebenarnya (kalimat langsung), dan kalimat ini selalu diikuti dengan tanda baca koma (,) dan tanda kutip.
Contoh:
He said, “I will go to jogya tonigt.”
Kalimat langsung (direct) mempunyai dua bagian, yaitu: reporting sentence dan reported sentence. Reporting sentence adalah klausa yang berisi siapa yang berbicara, sedangkan reported sentence adalah klausa yang berisi apa yang dibicarakan.
sedangkan Indirect Speech adalah kalimat-kalimat yang menyatakan kata tak sebenarnya (kalimat tak langsung). Dalam hal ini indirect speech dihubungkan dengan kata “That”.
Contoh :
He said that I will go to jogya tonigt.
Tense change
As a rule when you report something someone has said you go back a tense :
DIRECT SPEECH                                   INDIRECT SPEECH
Present simple
he said, “it is hot.”
Past simple
he said it was hot
Present continous
he said, “I’m learning English.”
Past continous
he said she was learning english
Present prefect simple
he said,”I’ve  lived for four years ago.”
Past prefect simple
He said she had lived for four years ago
Present prefect continuous
He said,”I’ve been teaching English for five years.”
Past prefect continuous
He said he had been teaching English earlier
Past simple
He said,”I taught online yesterday.”
Past prefect
He said he had taught online yesterday
Past continuous
he said,”I was teaching earlier.”
Past prefect continuous
He said he had been teaching earlier
Past prefect
He said,”the lesson had already started when he arrived.”
Past prefect
NO CHANGE
Past prefect continuous
She said,”I’d already been teaching for five minutes.”
Past prefect continuous
NO CHANGE

Modal verb forms also sometimes change :
Direct Speech :
·         Will
·         Can
·         Must
·         Shall
·         May
Indirect speech :
·         Would
·         Could
·         Had to
·         Should
·         Might

Sumber : www.google.co.id

Definisi Reported Speech

Reporter Speech adalah kalimat tidak langsung yang digunakan untuk melaporkan apa kata orang lain dengan memasukannya dalam kalimat yang dibuat sendiri.
Penjelasannya :
1)      Statement
Pada penggunaan jenis kalimat ini, kata sambung yang digunakan adalah that. Namun kata ini bisa dipakai atau juga tidak dipakai.
Contoh dialog :
Resa      : Iam a vocalist
Regina  : What did Rasa say, Resya?
Resya    : Resa said that he was a vocalist.
Catatan :
§  Yang telah diucapkan resya adalah kalimat tak langsung karena Resya mengulang apa yang diucapkan oleh resa kepada regina
§  Karena bersifat pengulangan ucapan antaran resa dan resya maka tense yang digunakan dalam bentuk past atau lampau.
       Contoh kaliamat :
                                I.            Joseph said, “My Family will go to Jogya today.”
                              II.            Joseph said (that) his Family would go to Jogya today.

                            III.            “I have phoned the police,” Mark said.
                            IV.            Mark said that he had phoned the police

2)      Request/command
Pada request/command memiliki dua kelompok kalimat tidak langsung, yaitu :
a.       Positive Request/Command
Kalimat tidak langsung ini adalah kalimat permintaan/perintah yang tidak dimulai dengan don’t, seperti open the book!, be carefull, dll. Untuk kalimat jenis ini kata sambung yang digunakan adalah to sebelum kata kerja.
Contoh :
                                                        I.            “open the book!” justin asked
                                                      II.            Justin asked me to open the book.

                                                    III.            Arif said,”open the door, my son!”
                                                    IV.            Arif asked his son to open the door.

b.      Negative Request/Command
kalimat tidak langsung ini adalh kalimat permintaan yang dimulai dengan don’t. dengan kata sambung yang digunakan adalah not to untuk menggantikan don’t.
Contoh :
                                                        I.            “Don’t  shout!”, Hendra asked
                                                      II.            Hendra asked me not to shout him

                                                    III.            Mrs. Putri said,”don’t be noisy, Ayu!”
                                                    IV.            Mrs. Putrid asked Ayu not to be noisy.

3)      Questions
Mempunyai dua jenis kelompok yaitu Yes/No Question dan Wh-Question.
a.       Yes/No Questions
Adalah jenis paertanyaan yang membutuhkan jawaban ya atau tidak. Kata sambung yang digunakan adalah Whether atau If. Namun yang perlu diingat adalah susunan kalimat dalam kalimat ta langsungnya harus menjadi normal kembali artinya setelah kata whether/if , maka harus dimulai dengan subjek, predikat, dst. Kita dapat juga menambahkan or not pada kalimat tak langsungnya. Namun kata or not hanya mengiringi kata whether dan tidak if. Kata whether lebih sering digunakan dari pada If.
Contoh :
                                                        I.            Mrs. Putri  asked,” Are you my new secretary?”
                                                      II.            Mrs. Putri asked the girl whether she was his secretary or not. (Bentuk 1)
                                                    III.            Mrs. Putri asked the girl whether or not she was his new secretary. (Bentuk 2)
                                                    IV.            Mrs. Putri asked the girl whether she was his new secretary. (Bentuk 3)

                                                      V.            “Can you help me?”, asked chris
                                                    VI.            Chris asked If I could help him.

b.      Wh-Question
Adalah jenis pertanyaan yang tidak dijawab denagan ya atau tidak, melainkan sebuah pertanyaan seperti How old are you, Where do you live? Dll
Kata sambung yang digunakan adalah kata Tanya itu sendiri. Susunan setelah kata Tanya itu kembali seperti kalimat positif dan tanda Tanya juga harus dihilangkan.
Contoh :
                                                        I.            “how old are you?”, Steven wanted to know.
                                                      II.            Steven wanted to know How old I was. (Bukan How old was I)

                                                        I.            “syahla asked jihan,”Where do you live?”
                                                      II.            Syahla asked jihan Where she lived.
Sumber : www.google.co.id

Contoh-Contoh Noun Clause

CONTOH-CONTOH NOUN CLAUSE :
1)      Noun clause sebagai subjek kalimat
Contoh :
Ø  How he becomes so rich makes people curios
Ø  That the world is around is a fact
2)      Noun clause sebagai objek verba transitif
Contoh :
Ø  He said that his son would study in America serikat
Ø  I know what you mean
Verba yang dapat diikuti noun clause dalam that-caluse antara lain : admit, realize, annonce, recommend, believe, remember, except, say, see, find, forget, hear, inform, know, think, promise, understand, reveal, wish, propose.
3)      Noun clause sebagai objek preposisi
Contoh :
Ø  Please listen to what your teacher is saying
Ø  Be careful of what you’re doing
4)      Noun clause sebagai pelengkap
Contoh :
Ø  That is what I want
Ø  That is what you need
5)      Noun clause sebagai noun in apposition
Contoh :
Ø  The idea that people can live without oxygen is unreasonable
Ø  The fact that rudi always comes late doesn’t surprise me

Sumber : www.google.co.id


Minggu, 29 Mei 2011

Definisi Noun Clause

Clause adalah gabungan dari beberapa kata yang memiliki subjek dan predikat.  Jadi noun clause adalah clause yang kedudukannya sebagai kata benda. Untuk lebih mengetahui mengenai noun clause tetep lanjut ya bacanya….!
Noun clause diklasifikasikan menjadi 4 macam yaitu :
1.       Statement (Pertanyaan)
a.       Counjuction yang dipakai adalah “that”
b.      Fungsi klausa ini adalah sebagai :
                                            I.            Subject kalimat
§  Kangaroo lives in Australia (Statement)
§  That kangaroo lives in Australia is well known to all (Noun clause)
                                          II.            Subject kalimat setalah “it”
§  It is well known to all that kangaroo lives in Australia
                                        III.            Objek  pelengkap
§  My conclusion is that kangaroo in lives Australia
                                        IV.            Objek kata kerja
§  All people understand well that kangaroo lives in Australia
                                          V.            Apositif
§  My conclusion that kangaroo lives is Australia is correct
2.       Question (Pertanyaan)
A.      Yes/No Question
·         Conjuction yang dipakai adalah “whether (or not/or if)
·         Fungsi klausa ini adlah sebagai :
I.                    Subjek kalimat
§  Can she drive the car? (Question)
§  Whether she can drive car doesn’t concern me (Noun clause)
“or not” : whether or not she can drive the car doesn’t concern me (Noun clause)
“or if” : whether or if she can drive the car doesn’t concern me (Noun clause)
II.                  Objek pelengkap
§  My conclusion is whether she can drive the car
III.                Objek kata kerja
§  I really wonder whether she can drive the car (Or Not)
IV.                Objek kata depan
§  We discussed about whether she can drive the car
B.      Wh-Question
a.       Conjuction yang dipakai adalah “kata taya itu sendiri”
b.      Fungsi klausa ini adalah sebagai :
I.                    Subjek kalimat
§  What is he doing ?(Question)
§  What she is doing doesn’t concern me. (Noun clause)
II.                  Objek lengkap
§  My question is what she is doing
III.                Objek kata kerja
§  I really wonder what she is doing
IV.                Objek kata depan
§  We discussed about what she is doing
3.       Request (permintaan)
a.       Conjuction yang dipakai adalah “that”
b.      Fungsi klausa ini adalah sebagai :
I.                    Objek kata kerja
§  Open the door.  (Request)
§  He suggested that I open the door. (Noun clause)
4.       Exclamation (seruan)
a.       Conjuction yang dipakai adalah “kata Tanya yang dipakai pada kalimat itu sendiri”
b.      Fungsi klausa ini adalah sebagai :
I.                    Ojek kata kerja
§  What a handsome boy he is ?(Exclamation)
§  Inever realized what a handsome boy he is.(Noun clause)
II.                  Objek kata kata depan
§  We are talking about what a handsome boy he is.


Sumber : www.google.co.id

manajemen


1.      Management line or first-level management, is the lowest level in an organization, which a person who is responsible for the work of others, such as foreman or production supervisor in a factory, a technical supervisor of research and so forth.
2.      Middle management (middle manager) which includes more one level in the organization. Management puffy directing the activities of other managers, also directs the policy activities of organization. For example the head of a section chief in charge, division heads and others.
3.      Middle management (middle manager) which includes more than one level in the organization. Management puffy directing the activities of other manager, also directs the policy activities of organization. For example the head of a section chief in charge, division head and other.
4.      Management is universal because it uses a framework of systematic sciencethat covers the ruler or formulas, principles and concepts. So if there is a manager to have and use a basic knowledge of management and can apply that knowledge in the form, situation  and condition, then the manager can perform managerial functions efficiently and effectively.
5.      Unsur-unsur lingkungan eksternal organisasi contohnya yaitu perubahan perekonomian, peraturan pemerintah, perilaku konsumen atau masyarakat, perkembangan tekhnologi, politik dan lain sebagainya.
6.      Lingkungan eksternal mikro yaitu lingkungan yang mempunyai pengaruh langsung terhadap kegiatan manajemen yang terdiri atas penyedia, langganan, para pesaing, lembaga perbankan dan bukan bank dan lain sebagainya.
7.      Lingkungan eksternal makro yaitu lingkungan yang mempunyai pengaruh tidak langsung,seperti kondisi perekonomian, perubahan teknologi, politik, sosial dan lain sebagainya.
8.      Lingkungan eksternal terdiri dari factor-faktor yang berada di luar organisasi yang sebagian tidak dapat dikendalikan dan dipengaruhi serta berpengaruh terhadap pembuatan keputusan. Lingkungan eksternal ini ada yang berpengaruh langsung ada juga yang tidak berpengaruh langsung terhadap organisasi yang berpengaruh langsung disebut lingkungan eksternal mikro dan yang tidak berpengaruh langsung disebut lingkungan eksternal makro.
9.      Pengertian manajemen ada tiga jenis, pertama sebagai suatu proses, kedua sebagai suatu kolektivitas orang-orang yang bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama, dan ketiga sebagai suatu ilmu dan seni.
10.  Manajemen telah ada sejak lama dan usianya hampir sama dengan manusia, dan manajemen baru merupakan ilmu pada sekitar abad ke 20.

sumber : Muhammad Abdul Mukhy dan Imam Hadi Saputro, pengantar manjemen umun.

Jumat, 26 November 2010

kebudayaan suku sunda

KEBUDAYAAN SUKU SUNDA
PEMBAHASAAN
I.I Penjelasan kebudayaan suku sunda
Suku sunda adalah sekelompok etnis yang berasal dari daerah bagian barat pulau jawa. 65% penduduk jawa barat adalah suku sunda yang merupakan penduduk asli provinsi ini. Kebudayaan sunda merupakan salah satu kebudayaan yang menjadi sumber kekayaan Indonesia, budaya sunda dikenal dengan budaya yang sangat menjujung tinggi sopan santun. Dan pada umumnya karakter masyarakat sunda ramah tamah (someah), murah senyum, lemah lembut, dan sangat menghormati orang tua. Itulah cermin budaya dan kultur masyarakat sunda.
Tanah sunda dikenal memiliki kebudayaan yang unik dan menarik salah satu adalah tari jaipongan, tari jaipongan merupakan salah satu seni budaya yang terkenal didaerah ini.  Jaipongan sering dipentaskan pada acara-acara hiburan, selamatan ataupun pesta pernikahan. Selain itu jaipongan terdapat juga tari merak dan tari topeng.
I.2 Kesenian suku sunda
Di tanah sunda tidak hanya terdapat seni tari, tetapi memiliki beragam kebudayaan yang dapat dilestarikan seperti ;
·         Pementasan wayang golek
Wayang golek adalah pementasan sandiwara boneka yang terbuat dari kayu dan dimainkan oleh seorang sutradara yang merangkap menjadi pengisi suara atau biasa disebut dalang. Seorang dalang memiliki  keahlian dalam menirukan berbagai suara manusia. Seperti halnya jaipong, pementasan wayang golek diiringi acara musik hiburan.

·         Kesenian alat musik
-          Alat music calung dan angklung
Calung adalah alat music sunda yang merupakan prototype dari angklung tapi bedanya kalau dengan angklung yang dimainkan dengan music yang digoyangkan.
-          Kecapi suling
Kecapi suling adalah salah satu jenis kesenain sunda yang memadukan suara alunan suling dengan kecapi.
-          Ketuk tilu
Ketuk tilu adalah suatu tarian pergaulan dan sekaligus hiburan yang biasa diselenggarakan pada acara perkawinan, acara hiburan penutup atau diselenggarakan secara khusus di suatu tempat yang cukup luas.

·         Macam-macam seni musik sunda :
-          Bubuy bulan
-          Es lilin
-          Manuk dadali
-          Tokecang
-          Warung pojok

·         BAHASA
bahasa yang digunakan suku ini adalah suku sunda. bahasa sunda adalah bahasa yang digunakan dan diciptakan sebagai alat komunikasi oleh suku sunda, swebagai alat pengembang serta pendukung  kebudayaan itu sendiri. selain itu bahasa sunda merupakan bagian dari budaya yang memberi karakter yang khas sebagai identitas suku sunda yang merupakan salah satu suku dari beberapa suku yang ada didalam indonesia.

DAFTAR PUSAKA
 http://3gplus.wordpress.com/2008/04/10/kebudayaan-suku-sunda-2/
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Sunda